Monday, December 30, 2013

Cinta Allah SWT

Apabila Allah mencintai seorang hamba, 
Dia akan berkata pada Jibril bahwa Allah mencintai si A. 
Oleh karena itu, cintailah hamba tersebut. 

Jibril pun mencintainya.



Kemudian Jibril pun menyeru penduduk langit
 seraya berkata bahwa Allah mencintai si A. 
Oleh karena itu, cintailah hamba tersebut. 

Lantas penduduk langit pun mencintainya.

Kemudian setelah itu, seluruh penduduk bumi pun menerima dirinya. 
(Maksudnya seluruh penduduk bumi yang mengenalnya akan mencintainya)
Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari no. 6040 dan Muslim no. 2637

Kebaikan dan Kejahatan

Kebaikan dan kejahatan itu seperti siang dan malam, 
yang satu menutup yang lain.

Maka, 
gunakanlah kesempatanmu berbuat kebaikan 
untuk menutup kejahatan yang telah kau perbuat...

Sunday, October 27, 2013

HIDAYAH

Hidayah hanya milik Allah.
Kita tidak boleh mengatakan seseorang telah tertutup dari hidayah selama orang itu masih bernapas.
Masih ada peluang orang itu endapatkan hidayah.

Masih ada kesempatan untuk mengusahakannya, dakwah harus tetap berjalan.

Belajar Diam

BELAJAR DIAM

Permasalahan
1.       Wallahua’lam adalah setengah ilmu
2.      Dengarkan orang yang berbicara, tidak peduli siapa pun itu
3.     Salah jika merasa senang banyak yang mendengarkan
Diam dari senda gurau, yang batil, dan perkataan yang tidak ada faedahnya baik bagi diri sendiri maupun orang lain bukan diam dari kebenaran. Hal ini dijelaskan dalan QS Al Mu’minun ayat 1-3.

Hikmah diam
1.       Yang banyak bicara banyak pula dosanya, dan sebaliknya.
2.      Yang sempit hatinya akan leluasa lisannya, yang luas hatinya akan sempit lisannya.
3.     Yang sibuk dengan hal yang tidak bermanfaat maka akan terhalang di kegiatan yang bermanfaat.
4.     Barang siapa yang banyak akal sedikit bicara, yang sedikit akalanya banyak bicara.
5.      Diam adalah hikmah.
6.     Jika tidak ada orang dia mencela, jika ada dia akan menggunjing orang lain,
7.      Yang sibuk dengan keadaan orang lain (aib) maka keadaan dirinya akan hilang.
Metode
1.       Punya rasa malu terhadap Allah.
2.      Jadilah diam sebagai ciri utama dalam hidup. Piker dulu sebelum bicara dan latih lisan.
3.     Mempersedikit bergaul dengan manusia (menyendiri yang syar’i). termasuk merubah diri adalah bergaul dengan orang lain (Ibnu Al Jauzy). Dalam sehari harus ada waktu khusus untuk mendekatkan diri kepada Rabb, misalnya antara magrib-isya.


Mengingat manusia adalah penyakit, dan mengingat Allah SWT adalah obat –Umar bin Khattab-

HADIST ARBAIN 2 part 2

Ingatlah “Seberapapun ibadah kita tidak akan cukup untuk membawa kita masuk surge. Kita bisa masuk surge karena kasih saying Allah SWT”
1.        Ihsan dalam hal muamalah
Muamalah adalah interaksi antara sesame makhluk Allah.
Dalam surat An Nisa ayat 36yang artinya “ Sembahlah Alah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.

Indicator yang paling utama pada ihsan dalam hal muamalah adalah kepada kedua orang tua. Ihsan kepada orang tua disejajarkan dengan ihsan kepada Allah. Jika ada masalah keihsanan kita kepada orang tua bisa mencederai ibadah kita.

Kita tidak boleh mengingatkan orang lain jika sebagai akibatnya menyebabkan orang itu mencela kedua orang tua kita à kita dosa.

2.      Ihsan dalam hal akhlak
Akhlak adalah wujud dari ihsan dalam hal ibadah.

à   Ibadah mewujudkan ihsan dalam hal muamalah dan akhlak. Jika akhlak bermasalah, cek sampai ke ibadah, mungkin caranya salah.

Friday, October 25, 2013

Iman, Islam, dan Ihsan

HADIST ARBA’IN NO. 2

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ   وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ .  
[رواه مسلم]

Arti hadits / ترجمة الحديث :
Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua

Thursday, October 24, 2013

Penyakit Berbagi

Ada beberapa macam penyakit yang terjadi ketika kita berbagi, diantaranya:

  • Berbagi sambil menyakiti orang yang diberi (QS 2: 254). Hal ini mengakinatkan amalnya tidak bersisa.
  • Menuruti syetan yang menakut-nakuti kalau berbagi bisa jatuh miskin (QS 2: 268)
  • Berbagi dengan riya' (HR Ahmad)
  • Berbagi karena keuntungan duniawi (QS Hud: 15, QS Al Mudatsir: 6)

Untuk menumbuhkan sikap berbagi:
  • Dermawan harus selalu dekat dengan Allah (HR Tabrani)
  • Menjaga niat semata-mata karena Allah SWT
  • Sopan dan lemah lembut